Langsung ke konten utama
Logo IIVSIIVSIndonesia
Aquascape

Tank Tink Tunk

Ocka

· diedit

Saya dibesarkan oleh bahasa Indonesia yang pintar dan lucu. Walau kadang rumit dan membingungkan. Ia mengajari saya cara mengarang ilmu. Sehingga saya tahu bahwa sumber segala kisah adalah kasih. Bahwa ingin berawal dari angan .Bahwa ibu tak pernah kehilangan iba. Bahwa segala yang baik akan berbiak. Bahwa orang ramah tidak mudah marah. Bahwa untuk menjadi gagah kau harus menjadi gigih. Bahwa seorang bintang harus tahan banting. Bahwa orang lebih takut kepada hantu ketimbang kepada Tuhan. Bahwa pemurung tidak pernah merasa gembira. Sedangkan pemulung tidak pelnah merasa gembila. Bahwa orang putus asa suka memanggil asu. Bahwa lidah memang pandai berdalih. Bahwa kelewat paham bisa berakibat hampa. Bahwa amin yang terbuat dari iman menjadikan kau merasa aman.

Bahasa Indonesiaku yang gundah membawaku ke sebuah paragraf yang merindukan bau tubuhmu.

Malam merangkai kita menjadi kalimat majemuk yang hangat. Dimana kau induk kalimat dan aku anak kalimat. Ketika induk kalimat bilang pulang. Anak kalimat paham bahwa pulang adalah masuk ke dalam palung. Ruang penuh raung. Segala kenang tertidur di dalam kening. Ketika akhirnya matamu mati, kita sudah menjadi kalimat tunggal yang ingin tinggal dan berharap tak ada yang bakal tanggal.